ff request: “resentment”

RESENTMENT *maaf y gak pake poster, nanti nyusul males ngedit/plakk*
Author: Hyominstal
Genre: friendship, romance, horror (?)
Cast: Jessica a.k.a Jung Sooyeon
Krystal Jung
And other cast

Ini ff req dari temenku di sekolah nurul huda a.k.a medhoy, hahaha..
Yaudah langsung baca aja y, cekidot —>>

“aku akan pergi dengan tenang… jika orang yang telah membuatku menderita meninggal dan aku bisa mengucapkan kata cintaku untuk orang yang kucintai”

Jessica mematut di depan cermin. Hari ini SNSD akan konser di Shanghai.
‘sempurna’ ucapnya dalam hati. Dia menajamkan pandangannya ke cermin, ketika menyadari ada seorang lelaki di belakangnya.
“kau mau apa uh?”matanya membulat ketika menyadari ada seseorang yang berjalan mendekat ke arahnya.
“ayo ikut aku” Jessica terus mengerang kesakitan, dia tidak menyangka lelaki ini bisa melakukan kekerasan padanya.
“masuk!”
“tidak mau”
“ayo cepat masuk” lelaki itu memasukkan tubuh kecil Jessica ke mobilnya dengan paksa.
..
“hey, kenapa kau menutup mataku? Dan dimana ini?”
“sudahlah ayo jalan” mereka berdua berjalan. Dan lelaki itu menghentikan langkahnya.
“sudah sampai?”
“sekarang, bukalah kain matamu” buru-buru Jessica melepaskan kain yang menutupi matanya.
“ahhhhhh” dia melangkah mundur ketika di depannya ada tebing yang curam dan di bawahnya air laut.
“untuk apa kau membawaku kesini uh? Aku sudah bilang, aku tidak mencintaimu. Dan jangan ganggu aku lagi”
“ya, aku tahu. Bahkan aku sudah bosan mendengar kata-kata itu. Kenapa dipikiranmu hanya Jaejoong dan Jaejoong, apa kau pernah memikirkanku?” lelaki itu tampak mengatur nafasnya. Dia berada di puncak emosi saat ini.
“kenapa? Kau marah kalau aku terus memikirkan Jaejoong Oppa? Apa hakmu melarangku? Dan satu lagi, sekalipun aku tidak pernah memikirkanmu”
“baiklah. Jika aku tidak bisa memilikimu….” Lelaki itu menjeda perkataannya, membuat Jessica penasaran dengan kata-kata yang akan dia lontarkan sebentar lagi.
“maka..tidak akan ada orang lain yang bisa memilikimu. Termasuk Kim Jaejoong”
Perlahan lelaki itu melangkah ke arah Jessica yang membuat wanita berambut pirang itu melangkah mundur.
“kk..kau..mmau..apa?”
Lelaki itu tak menggubris perkataan Jessica. Dia hanya menatap Jessica tajam.
‘jika aku tidak bisa memilikimu, maka tidak akan ada orang lain yang bisa memiikimu. Termasuk Jaejoong’ Jessica mencerna setiap kata yang lelaki itu ucapkan. Apa lelaki itu akan membunuhnya?
“kalau kau berbuat macam-macam padaku, aku akan berteriak”
“berteriaklah. Aku ingin mendengarnya untuk terakhir kalinya” deg. Mungkinkah benar yang ada di benaknya? Jika sebentar lagi, dia akan meninggalkan dunia ini?
“jangannnnnnnn…ahhhhhhhhhhhhhhhhh” pekik Jessica ketika lelaki itu sukses mendorongnya ke tebing.

.

“musim panas hari ini, kita akan berlibur kemana?” Leader SHINee –Onew- duduk di kursi yang sama dengan Jjong yang sedang membaca Koran pagi itu.
“kata Sooman ahjussi, kita akan pergi ke pantai Eurwangni bersama yang lainnya”
“apa kau bilang?” Jonghyun membelalakkan matanya kaget. Pantai Eurwangni? Kenapa harus ke pantai itu? Masih banyak pantai yang lain.
“kau kenapa hyung?” Taemin menepuk pundak Jonghyun. Dapat dia rasakan tangan hyungnya bergemetar kecil.
“tidak…aku hanya berpikir, bukankah pantai itu tempat menghilangnya Jessica noona?”
“oh. Memang, itu adalah pantai tempat Jessica noona menghilang. Kenapa? Kau takut?”
Tebakan yang sangat tepat. Dia takut. Dia takut jika dia akan merasa bersalah kembali.

“unni, benarkah musim panas nanti kita akan ke Pantai Eurwangni?” Seohyun menghampiri YoonA yang sedang membaca majalah itu.
“jinjja?”
“ne, tapi sayang..kita hanya berdelapan kesana. Tidak seperti dulu, kalau kita kemana-mana pasti selalu Sembilan” Seo menerawang jauh ke depan sana. Mengenang banyak memory yang sudah lama dia alami bersama SNSD.
“kau benar Seohyunie, aku juga ingin seperti dulu. Aku ingin kita bersembilan lagi. Walaupun itu mustahil”
“kalau saja Jessica unnie masih ada”
“hmm” YoonA hanya berdehem “aku selalu bingung, kenapa Jessica unni bisa tiba-tiba menghilang dari kamarnya? Padahal waktu itu kita akan konser di Shanghai”
“entahlah unni, aku juga tidak tahu” Seo menaikkan bahunya “apa unni percaya kalau hilangnya Jessica unni, karena dia dibunuh oleh orang lain?” para member SNSD memang tidak tahu, apa penyebab hilangnya Jessica. Tapi dulu ada seorang lelaki yang mengirimkan selembar foto Jessica yang didorong oleh seseorang ke kantor SMEnt.
“aku tidak tahu” YoonA menutup majalahnya dan memfokuskan seluruh perhatiannya pada Seo “lalu, apa kau percaya?”
“iya, aku rasa aku percaya. Karena dapat aku lihat sepertinya foto itu bukan rekayasa. Itu nyata” Seo memang pintar, bahkan dia tahu ciri-ciri foto yang direkayasa atau tidak.
“lalu, siapa yang tega membunuh Jessica unni? Padahal setahuku, dia tidak punya musuh”

“Krystal, tolong bantu aku di dapur”
“ne, unni” Krystal menghentikan aktifitasnya mendengarkan lagu, dan berjalan ke dapur.
“apa yang harus aku bantu umma?”
“tolong kamu iris bawang itu ya”
“ahh baiklah” Krystal mengambil bawang yang baru saja dibeli Victoria dan mulai mengirisnya.
“Krystal?”
“umm? Apa?”
“kau sudah tahu, kalau Sooman ahjussi memberikan kita fasilitas untuk berlibur di pantai Eurwangni?” Victoria memecah keheningan diantara mereka.
Krystal menarik nafas panjang.
“sudah unni”
“kau akan ikut?” Victoria memandang lekat mata Krystal yang sudah mulai berair itu.
“aku..aku..aku akan ikut unni”
“jinjja? Kalau kau tidak mau, berkatalah. Kau tidak ikut, kami juga tidak akan ikut”
“tidak.. aku akan ikut unni..kau tidak usah khawatir” Krystal berhenti sejenak dari mengiris bawangnya. Dia sekarang hanya fokus pada Victoria yang sedang memasak Kimchi itu “kapan kita akan kesana unni?”
“besok mungkin. Aku juga tidak tahu”
Victoria mencek keadaan masakannya.
“aku pergi ke dalam dulu unni” Krystal meninggalkan sang kakak yang sedang memasak itu.

@Eurwangni beach
“ ahhhh indah sekali disini Hyung” Taemin merentangkan kedua tangannya, bagaikan tidak ada beban sedikit pun.
“benar Taemin. Aku ingin lebih lama berada disini” Minho membiarkan ombak yang dingin itu menyapu kakinya yang tak beralaskan sandal itu. Sebentar lagi matahari akan terbenam. Benar-benar indah jika melihat matahari terbenam seperti ini. Apalagi di Pantai Eurwangni.
Mereka berdua menatap matahari itu.
“kau pasti ingin melihat ini semua dengan yeoja chingumu bukan?”
“ne, hyung. Kau juga?”
“iya”
“pasti Yuri Noona, benar kan?”
“kata siapa? Aku tidak mencintai dia. Lagi pula aku hanya menganggapnya noonaku saja”
“lalu siapa?”
“seorang wanita yang mirip dengan Yur noona dan lebih muda dariku”
“siapa?”
“kau juga nanti akan tahu” Minho merangkul Taemin. Dan mereka berjalan menuju penginapan mereka.


“kau kenapa?” Jonghyun menghampiri Donghae yang tengah tidur di kursi dengan tangan sebagai alasnya.
“uh?” baru sadar rupanya.
“kau kenapa hyung? Kenapa sepertinya kau gelisah sekali?”
“aniyo aku hanya teringat dengan mendiang Jessica”
“hebat. Sampai sekarang kau masih mencintainya, padahal dia tidak mencintaimu”
“diam kau KIM JONGHYUN!” bentaknya. Seolah terhipnotis, Jjong diam.
“aku ke kamar dulu”

.

“ahhh malam ini indah sekali. Coba kalau ada unni disini. Unni jeongmal bogoshippo” tes. Air mata rupanya, dia pikir itu hujan. Konyol sekali, padahal dia ingin malam ini hujan. Agar menemaninya mungkin.
“kau merindukanku Krystal?” tidak. Itu pasti bukan Jessica, dia hanya halusinasi saja. Mana mungkin Jessica ada disini?
“aku Jessica Krystal. Aku kakakmu, kau tidak ingat padaku?” perlahan tapi pasti, Krystal membalikkan tubuhnya. Deg.
Apa ini nyata? Kenapa sosok kakaknya bisa ada dihadapannya saat ini? Benar-benar mustahil.
“kk..kau..kakak..ku? kkau bb..benar..benar Jessica?”
“ya, kau kaget? Aku benar-benar Jessica. Aku kesini ingin balas dendam pada orang yang telah membuatku seperti ini”
“kk..kenapaa?”
“hey Krystal. Kenapa kau begitu gugup pada kakakmu sendiri? Aku kakakmu”
Krystal mendekat pada Jessica. Untuk memastikan mungkin.
Hanya beberapa centi jarak antara kakak berdik itu. Dan mungkin sekarang Krystal bisa melihat sosok Jessica itu.
“ayo kesini Krystal” Jessica mengisyaratkan agar adiknya untuk memeluknya. Krystal tak bisa lagi menahan kebahagiaannya. Dia berlari memeluk Jessica.
Hilang?
Kenapa Jessica bisa menghilang.
“aku disini Krystal”
Deg. Krystal membalikkan tubuhnya. Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa dia tidak bisa memeluk Jessica.
“aku sudah meninggal Krystal” seru Jessica. Dia menggunakan baju putih, matanya sayu, dan kulitnya juga pucat. Jujur, dia tidak bisa berkata apa-apa lagi. Jessica meninggal?
“aku ingin kau, membalaskan dendamku” Jessica menatap Krystal tajam. Kakinya tidak menyentuh tanah, tapi dia melayang kea rah Krystal. Membuat gadis itu semakin takut.
“unni..kk..kau..mau .apa?” gugup, memang. Dia tidak tahu apa yang akan dilakukan oleh kakak satu-satunya itu. Membunuhnya kah? Tidak mana mungkin seorang kakak tega membunuh adiknya?
Jessica tak menghiraukan ucapan adiknya. Dia tetap melayang perlahan ke arah Krystal.
“kau ingin membantuku?”
“aku..aku..” belum sempat Krystal menjawabnya, Jessica sudah membuat Krystal tak sadarkan diri. Dan adiknya saat ini sedang terkapar di lantai.
“sekarang. Giliranku yang menggunakan tubuhmu Krystal” Jessica tertawa puas. Perlahan tapi pasti, dia masuk ke dalam tubuh Krystal.
Mata Krystal terbuka. Ya, saat ini yang mengendalikan tubuhnya adalah sang kakak.

“hey, kenapa kau minum sedikit sekali? Ayo tambah lagi” dalam keadaan mabuk, Eunhyuk bertanya pada Donghae yang sedang gelisah itu.
“ahh tidak hyung” dengan ramah Donghae menolaknya. Dia mengedarkan seluruh pandangannya.
Tunggu. Kenapa Krystal tidak ada?
“kemana Soojungie?” bukan Donghae yang berbicara, melainkan Minho.
“kau kenapa Minho-ah? Kenapa kau begitu khawatir dengan Krystal? Padahal disini ada Yuri, wanita yang kau kejar-kejar dulu” Kyuhyun menambah satu gelas lagi sojunya. Dia benar-benar mabuk.
“hyung, aku mencari Krystal dulu” Minho bangkit dari duduknya. Masih merasa pusing, mungkin ini karena dia lumayan banyak meminum soju.
“pergilah..sana Minho-ah, cari cinta se__mmmm” Minho segera membekam mulut Key. Untung dia langsung menahannya.
“baikah..baiklah.. sana kau pergi” Minho melepaskan tangannya dari mulut Key. Dan berjalan keluar mencari Krystal.
“aku pergi ke kamar dulu” Donghae berpamitan pada semuanya. Dan tubuhnya mulai menjauh dan menghilang di belokan menuju kamarnya.
Dia membaringkan tubuhnya, sejak kejadian Jessica menghilang, dia sepertinya tidak bersemangat seperti dulu lagi. Dia sangat merindukan sosok wanita berambut pirang yang selalu marah padanya. Dia ingin melakukan hal yang aneh lagi di depan yeoja itu lagi. Dia ingin menyanyikan lagu Barbie girl untuk yang terakhir kalinya bersama wanita itu. Mustahil. Dia yang bodoh dalam kasus ini. Dia terlalu jahat untuk Jessica. Dia tidak pantas untuk Jessica. Namun sayang dia terlambat untuk menyadarinya. Kalau saja dia berpikir seperti itu dulu saat Jessica masih ada. Dan hanya ada satu pertanyaan yang ada di benaknya.
Kenapa dia bisa membunuh Jessica karena dia tidak mencintainya?
Padahal Jessica benar, dia tidak pantas untuk Barbie seperti Jessica.
Tiffany pernah berkata, SNSD selamanya akan 9, tapi karena kebodohan dia SNSD menjadi 8.
Dia memandang ke arah jendela. Matanya terpaku pada sesosok wanita yang membelakanginya dan berdiri dekat kolam.
Wanita itu seperti Jessica. Tapi, tidak mungkin. Lihat saja bajunya. Itu seperti baju Krystal.
Tapi untuk apa Krystal disana? Tanpa Minho lagi.
“Oppa, sedang apa kau disana? Ayo kesini” ternyata benar Krystal. Jessica tidak mungkin memanggilnya Oppa.
Donghae menurut, dia keluar dari kamarnya hendak menuju kolam. Ketika dia membuka pintu kamarnya, banyak sekali aroma alcohol.
“Krystal” panggil Donghae.
“Donghae, ayo kesini!”
“uh?”
“ahh maksudku Donghae Oppa ayo kesini” ada yang aneh dengan sikap Krystal hari ini. Dari tadi saat dia memperhatikan Krystal, wanita itu tampak melamun terus.
“kau belum bertemu dengan Minho?”
“uh? Memangnya Minho mencariku?” andai itu adalah Krystal yang sebenarnya, pasti dia akan sangat senang sekali. Namun sayang, yang mengendalikan kakaknya.
“iya, dia tadi mencarimu. Kau kenapa masih disini? Ini sudah malam”
“aku hanya ingin melihat kejadian yang akan terjadi setengah jam lagi” Donghae melirik jam tangannya jam setengah 12. Memangnya Krystal ingin melihat kejadian apa?
“malam seperti ini, kau akan menonton film apa Krystal?”
“sudah aku bilang. Kejadian, bukan film” Krystal menyangkal. Kejadian apa? Apa yang akan terjadi setengah jam lagi? Ouhh..rupanya lelaki ini tidak tahu.
“aku lihat, sepertinya kau gelisah dari kemarin?”
“aku teringat dengan mendiang Jessica kakakmu” jawab Donghae pelan. ‘untuk apa kau megingatku? Padahal kau yang telah membunuhku’ Jessica membatin.
“aku juga selalu teringat dengan unniku, bahkan aku selalu bingung, kenapa unniku bisa dibunuh orang? Padahal setahuku dia tidak punya musuh” Krystal sengaja menyindir Donghae. Dia ingin melihat dan mendengar, apakah Donghae ketakutan? Rupanya benar, lelaki itu tengah terkejut.
“akk..kuh..jjuga..ttidak tahu”
“kenapa Oppa gugup?”
“akku..aku..ahh tidak Krystal, aku tidak gugup kau lihat sendiri kan?”
“oohh. Oppa, apa kau mencintai unniku?” sangat. Donghae sangat mencintai Jessica.
“iya, aku mencintainya”
“tapi bukankah unniku mencintai Jaejoong Oppa?” justru karena dia membunuh Jessica, karena wanita itu mencintai Jaejoong.
“kau percaya dengan cinta bertepuk sebelah tangan?” kalau itu adalah sosok Krystal, pasti dia akan mengatakan ya, karena dia memang pernah merasakannya. Pada Minho, mungkin.
“ya” tak tahu itu Krystal atau Jessica yang menjawabnya. Krystal, mungkin.
“pasti pada Minho bukan?” Krystal menunduk. Jessica semakin tidak mengerti kenapa sekarang tubuh Krystal tidak bisa dikendalikan dengan benar? Mungkinkah Krystal sudah sadar?
Donghae tertawa melihat wajah Krystal seperti kepiting rebus. Dia memandang ke depan. Dulu, saat-saat seperti ini, Jessica ada di sampingnya, namun sekarang hanya angan-angan saja.
“Ikan Mokpo”
Deg. Itu seperti suara Jessica. Dan panggilan ikan adalah panggilan wanita itu. Perlahan dia melirik ke samping. Ternyata benar! Itu Jessica. Betapa dia merindukan saat-saat seperti ini.
“aku…ingin membunuhmu”
Jessica menatap Donghae sinis, dia harus membunuh Donghae sekarang!
“ahhhh” ternyata hanya mimpi. Donghae menghela nafas panjang. Diteguknya segelas air yang berada di meja dekat ranjangnya. Tunggu. Kenapa sudah tersedia? Siapa yang membawakannya? Aneh.
“aku yang menyediakannya untuk Oppa”
Deg.
“kkrystal? Sse..sedang apa kau disini?”
Donghae memundurkan dirinya, menjauhi Krystal yang sedang menatapnya aneh. “kau kenapa?” Krystal memajukan wajahnya sedikit agar dia bisa melihat Donghae.
“aku mohon Jessica, jangan membunuh aku. Aku tahu itu kau!, tolong jangan bunuh aku” Donghae menutup matanya. Dia benar-benar takut saat ini.
“Oppa! Aku bukan Sica unni, aku Krystal” Krystal mengguncang-guncangkan badan Donghae.
“baiklah. Aku pergi” menghela nafas sebentar, Krystal mulai berjalan perlahan ke arah pintu, membukanya, dan menutupnya kembali.
Donghae menyibakkan selimutnya. Dia melakukan adegan yang sama dengan Krystal, dia keluar dari kamarnya.
“Donghae-ssi, kau mau kemana? Aku ingin menemuimu…… di akhirat” Donghae tercengang kaget ketika mendengar suara indah milik seorang wanita. Ya dia kenal suara itu. Dia membalikkan tubuhnya. Tubuhnya bergetar.
“JESSICA?” kagetnya saat melihat banyak darah keluar dari mata dan mulut gadis itu.
“aku kesepian Hae, aku ingin kau menemaniku” mendengar ucapan Jessica seperti itu, tanpa pikir panjang Donghae segera menjauh dari hadapan Jessica. Semua temannya tidur, termasuk Krystal. Apa mereka tidak bisa mendengar teriakkan Donghae tadi yang lumayan keras?
Dia melewati temannya yang sedang tertidur itu. Dan buru-buru untuk mencapai pintu. Yang dia pikirkan saat ini adalah keluar dari villa itu secepat mungkin.
Sial. Pintunya terkunci dari luar. Apa hantu Jessica menyiapkan semua ini untuk menjebaknya? Aigoo.
Donghae cepat berlari ke ruang tamu. Kenapa lampunya mati?
Dengan susah payah, Donghae meraba dinding agar bisa menemukan saklar lampu. Belum sempat, dia menemukan saklar lampu, kakinya tersandung barang-barang yang tadi berjatuhan. Dia meringgis kesakitan. Dia mencoba untuk berdiri. Belum sempat dia berdiri, dirasakannya ada tangan yang menggenggam erat pergelangan kaki kanannya. Dia membalikkan tubuhnya. Ternyata benar, sosok itu adalah Jessica. Donghae meronta-ronta kesakitan. Tapi genggaman Jessica semakin kuat pada pergelangan kakinya.
Jessica menarik kerah baju tidur Donghae, dan menariknya untuk berdiri. Jessica mendekatkan wajahnya ke wajah Donghae, membuat lelaki itu benar-benar takut. Nafasnya memburu.
“Jessica…” bisiknya pelan.
“Jessica, wanita berambut pirang, yang memiliki suara indah yang terbunuh oleh seorang lelaki yang bernama Lee Donghae. Betapa malangnya nasib Jessica saat itu. Dan saat ini Jessica sedang kesepian. Jessica ingin lelaki yang bernama Lee Donghae menemaninya” bisiknya tepat di telinga Donghae. Dan sedetik kemudian, tangan pucat yang dimiliki Jessica sudah mendarat tepat di lehernya dan mencekiknya erat. Donghae berusaha melepaskan tangan Jessica, namun hasilnya nihil. Tenaga Jessica lebih kuat dari dirinya, padahal dia wanita. Dengan sebelah tangan, dia berusaha untuk meraih apapun agar bisa menyelamatkan dirinya, walaupun itu dapat menyakiti Jessica….
Dapat. Akhirnya dia bisa meraih vas bunga yang tak jauh dari tempatnya berdiri. Tangannya bergetar, dengan sekuat tenaga dia memukulkannya tepat di kepala Jessica.
Akhirnya cekikkannya terlepas, buru-buru Donghae menjauh dari Jessica. Dia berlari menuju pintu belakang. Namun tetap sama dengan pintu depan. Terkunci. Matanya mulai berkaca-kaca saking takutnya. Dia mengedarkan seluruh pandangannya ke seisi villa mencari tempat bersembunyi. Dia berlari ke tangga yang akan langsung ke lantai 2. Jantungnya seakan berhenti berdetak saat didapatinya Jessica yang tengah menyimpan tangan di dadanya seolah menunggumu sejak lama. Dia berbalik, dan hendak turun lagi ke bawah, namun sial. Jessica berhasil menangkapnya. Jessica mulai menyerang Donghae, dapat dirasakannya sebuah pisau sudah ada tepat di wajahku. Dan mulai menggoresi tubuh dan wajahku. Dia merintih kesakitan, air matanya kembali deras. Dia merobek perut Donghae. Sekali lagi Donghae merintih kesakitan.
Sedetik kemudian Jessica melepaskan Donghae dan memberikan senyuman manisnya yang tak pernah Donghae lihat sebulan ini.
Ternyata bukan melepaskan, Jessica mendorong tubuh Donghae, sehingga dirinya terguling di tangga. Akhirnya sampailah dia di lantai bawah dengan luka banyak di sekitar tubuhnya. Dengan sisa tenaga yang masih tersisa, dia menyeret tubuhnya menjauh.
“mau kemana Ikan?” dia tercengang kaget. Dia yakin Jessica ada di depannya saat ini. Dia hendak berbalik, tapi tendangan keras di perutnya yang dari awal memang sudah sakit karena robek. Sakit sekali. Sekarang tangan kanan Jessica telah kembali mencengkram lehernya. Matanya tertuju pada sebuah benda yang mirip dengan pisau yang berada di tangan kirinya.
Donghae memelas, hingga kakinya lemas dan jatuh ke lantai.
“aku…mohon.. lepaskan aku” dia berlutut di hadapan wanita itu. Sementara Jessica hanya menyeringai.
“aku akan melepaskanmu jika aku sudah membunuhmu” Dia kembali mencengkram leher Donghae dan menariknya agar berdiri. Pisau yang tadi digenggam oleh Jessica, akhirnya mengenai pipi Donghae. Cairan merah nan kental itu mulai keluar dari sana. Dia hanya bisa pasrah. Dia memejamkan matanya, merasakan detik-detik terakhirnya di dunia ini. Dia harus bangkit. Dia meronta dan akhirnya dia bisa lepas dari cengkraman Jessica. Dia berlari sekuat tenaga menuju kamarnya. Dan menutup dan menguncinya. Dia mengedarkan seluruh pandangannya mencari persembunyian yang aman. Ya, di bawah ranjang. Dia segera masuk ke bawah ranjang dan berdoa dalam hati agar Jessica tidak menemuinya.
Mungkin karena Jessica adalah hantu. Tak perlu mendobrak pintu kamar Donghae, dia hanya bisa melewatinya saja bagai tidak ada apapun.
“Lee Donghae, kemana kau?” dengan lantangnya, dia meneriaki nama Donghae.
Dia mengobrak-abrik semua barang-barang yang ada di kamar Donghae. Di lemari, tidak ada.
“aku tahu kau ada di sana” tegang, apa yang harus dia lakukan saat ini. Ya, saat Jessica ada di hadapannya, dia harus mendorong Jessica. Iya.
“hyaaa” diam. Kenapa sepertinya dia tidak merasakan apa-apa?
“bodoh. Aku hantu, mana mungkin bisa kau bunuh. Karena aku sudah terbunuh dari dulu” dia meraih gunting yang ada di dekat jendela. Dan dengan sisa tenaga yang tersisa dia berlari.
“ahhh” sial. Dia tersandung kaki meja, dan gunting yang dari tadi dia pegang jatuh begitu saja.
Dia mendongakkan matanya. Jessica mengambil gunting yang jatuh itu.
“sudah cukup main-mainnya?”
Belum sempat Donghae menjawab. Ujung gunting itu sudah menancap di perutnya. Cukup. Sekarang Donghae sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi. Dia menyerah. Jessica menjambak rambut Donghae. Dan menjeduk-jedukkan kepala Donghae ke dinding. Pandangan Donghae kabur. Dia menyeret tubuh Donghae keluar rumah. Dan meletakkannya di tengah jalan. Menunggu sebuah mobil datang dan menggilas Donghae.
Ternyata doanya terkabul, ada sebuah truk besar dengan kecepatan tinggi dari arah sana. dia buru-buru menghilang hanya dengan satu kedipan mata.

@Morning
“hoaamm” Taemin merentangkan semua otot-ototnya. Mm~ rasanya tidurnya kali ini sangat panjang, bahkan sekarang sudah jam 9.
“hh~ kenapa kami semua bangun kesiangan?”dia membangunkan semua orang yang ada di sana.
“mm~ pasti Hyung dan Krystal tak sengaja” dia cekikikkan tak jelas melihat Minho dan Krystal yang tidur dekat. Hihihi *lucu banget dah*
“heh, kalian semua bangun” dia mengguncang-guncangkan semua Hyung, noona dan saengnya.
“hoaamm.. Taemin-ah, kenapa kau membangunkan kami semua?” sama seperti Taemin, Minho merentangkan semua otot-ototnya.
“KRYSTALLLL??” kagetnya saat melihat Krystal tidur di sampingnya.
“kau senang bukan Hyung?”
“senang bagaimana maksudmu?”
“tidak jadi” belum sempat Minho menangkap Taemin, laki-laki itu sudah keburu kabur keluar, disusul oleh Minho dari belakang.
“AHHHHHH HYUNG CEPAT KELUARRRR” Taemin menutup matanya ketika melihat mayat seorang lelaki yang sudah hampir rata dengan jalan.
“ada apa Taemin?” Minho buru-buru menemui Taemin.
“itu” Taemin menunjuk mayat itu.
“aigoo” Minho menghampiri mayat dengan posisi tengkurap itu.
Perlahan tapi pasti, dia membalikkan mayat itu.
“DONGHAE HYUNG?” seakan tak percaya, Minho menutup matanya. Dia tak percaya, Hyung kesayangannya meninggal. Karena penasaran, Taemin menghampiri Minho.
“DONGHAEEE HYUNG???” suaranya lebih kencang dari pada Minho.
“ada apa Taemin?”semuanya kecuali Krystal berhamburan keluar.
“dd..donghae?” semuanya menutup mulutnya tak percaya.

#sementara di lain tempat

“hoaammm” Krystal merentangkan semua otot-ototnya.
“Krystal!” suara Jessica, kenapa ada dia disini? Padahal dia sudah meninggal.
“un..ni?” membelalakkan matanya kaget, Krystal hendak berlari. Namun hasilnya nihil, gadis berambut pirang itu, telah berhasil mencengkram tangan Krystal.
“TOLONGGG..TOLONGG”
“Krystal, ini aku Jessica, aku kakakmu”
“kau bukan Sica unni, Jessica unni sudah tenang di alam sana. DIA SUDAH MENINGGAL”
PLAKK
Sebuah tamparan keras, mendarat di pipi mulus milik Krystal. Gadis itu kini tengah menangis.
“Krystal kau kenapa?” YoonA dan Jonghyun datang ke Villa begitu mendengar teriakkan Krystal.
YoonA dan Jonghyun melirik ke samping.
“JESSICA?”
Tangan mereka bergetar. Jessica? Bukankah gadis itu sudah pergi. Tiba-tiba ruangan menjadi dingin, bulu kuduk mereka berdiri. Gelap. Bukankah ini siang?
Jonghyun dan YoonA membantu Krystal berdiri. Dan segera melarikan diri dari villa ini.
“sial. Kenapa pintunya terkunci?” berulang kali Jonghyun mencoba mendobrak pintu villa. Namun hasilnya nihil.
“percuma saja kau mencoba membuka pintu itu” dengan tatapan tajam, Jessica melayang ke arah mereka bertiga.
“kau akan mati” Jessica menatap mereka nanar.
“Krystal, kau kesana” Jonghyun dan YoonA mendorong Krystal ke sudut ruangan.
“baik. Aku akan membunuh kalian berdua terlebih dahulu dan setelah itu adikku”
“apa salah kami?” Jonghyun berteriak semampunya.
“kalian tidak tahu apa kesalahan kalian? Kalian tidak menolongku saat itu. Padahal aku sangat butuh bantuan” Jessica menempatkan tangan kirinya di leher Jjong dan tangan kanannya di leher YoonA.
BRAKK…
Semua mata tertuju pada orang yang berhasil mendobrak pintu itu.
“jj..jjaejoong?” tangan Jessica gemetar begitu melihat sosok pria yang ada di dekat pintu itu. Perlahan tapi pasti, pria itu mendekat pada mereka bertiga dan melewati Krystal yang tengah dalam posisi memeluk kakinya.
“akulah yang salah dalam masalah ini” Jaejoong bersimpuh di hadapan Jessica. Sementara Jessica hanya menatap Jaejoong nanar. Mungkin ini konyol bagi seorang hantu, Jessica menangis bahkan air matanya jatuh ke wajah Jaejoong.
“aku yang salah. Aku yang bodoh, kenapa aku tidak menyadari kalau kau mencintaiku?” Jessica menarik lembut tangan Jaejoong agar bisa berhadapan dengannya. Air matanya kembali keluar.
“kk..kau..tidak salah..Oppa” suaranya bergetar.
“aku..aku..mencintaimu Oppa” lanjutnya.
“aku juga… bahkan aku sangat mencintaimu Jessica. Jeongmal saranghamnida chagi-ya” Jaejoong memegang tangan Jessica. Jessica tersenyum. Sangat indah.
“aku akan pergi dengan tenang… jika orang yang telah membuatku menderita meninggal dan aku bisa mengucapkan kata cintaku untuk orang yang kucintai”
“eng?” bingung Jaejoong. Apa Jessica pernah membunuh seseorang? Tunggu, kenapa saat tadi dia di luar, dia tidak menemukan Donghae? Mungkinkah, orang yang tadi dikerumuni oleh teman-temannya adalah Donghae?
“Donghae, dia sudah meninggal.. lelaki bajingan itu sudah meninggal…. kita sudah beda dunia. Aku tak bisa memilikimu. Cinta tak harus memiliki. Aku akan pergi dengan tenang. Selamat tinggal, saranghaeyo yeongwonhi” bagaikan seperti bui yang pecah, hanya dengan sekejap saja, Jessica pergi.
“selamat tinggal Jessica, always love you”


2 TAHUN KEMUDIAN
“Krystal!” rupanya Minho. Senyum indah terukir di wajahnya.
“ne?”
“aku ingin mengajakmu ke satu tempat”
“kemana?” alisnnya terangkat. Sepertinya hari ini Minho sangat bahgia sekali.
“Eurwani beach”
“eng? Kau yakin?”
“sangat yakin” Minho tersenyum pada Krystal. Sangat indah sekali, coba saja kalau Minho selalu tersenyum seperti ini.
“tidak akan ada Jessica noona disana, dia sudah tenang di alam sana”
“mm~ Oppa benar. Kalau begitu, ayo! Kita pergi kesana” Krystal menarik tangan Minho ke mobilnya yang dipakirkan di ujung sana.



“hh~ aku dari dulu, mempunyai keinginan. Aku ingin menikmati keindahan paantai ini bersama yeoja chinguku” Minho menatap lurus ke depan, tanpa memperhatikan Krystal yang tengah cemberut itu.
“bersama Yuri unni?”
“bukan. Dengan yeoja yang tengah berdiri, di sampingku” jawabnya santai tanpa ada sedikit beban pun.
Krystal memperhatikan apa-apa yang ada di samping Minho. Hanya dirinya? Tapi dia tidak ingin merasa GR.
“kamu”
“apa?”
“iya, aku mencintaimu. Maukah kau menjadi kekasihku?” Minho mencium singkat tangan Krystal.
“yes, i do” pembacaan bahasa inggris yang fasih.
Saking bahagianya, Minho memangku tubuh Krystal, dan mereka bermain air.



“hh~ aku lelah sekali” Jaejoong menyandarkan tubuhnya pada sofa yang ada di apartementnya.
Tokk..tokk..tokk..
‘siapa yang mengetuk pintu? Menyusahkan sekali’ pikirrnya.
Ceklekk..
“jj..jessica?” mulutnya terbuka, matanya membelalak kaget ketika melihat didepannya ada sosok JESSICA.
“annyeong! Apa benar ini apartement milik Kim Jaejoong? Aku datang kesini untuk memberikan baju yang akan anda coba. Ini” wanita itu memberikan Jaejoong beberapa pakaian yang akan lelaki itu coba. Sementara Jaejoong hanya bisa menahan rasa kagetnya.
“baiklah. Kau masuklah” titahnya, wanita itu mengangguk dan berjalan ke dalam apartement Jaejoong.
“kau tunggulah disini, aku akan mencoba bajunya” Jaejoong berlalu ke kamarnya, dan wanita itu sedang sendiri di ruang tengah.
‘Sooyeon’ wanita itu tercengang kaget ketika ada seseorang memanggil namanya. Tidak ada siapa-siapa?
“jagalah Jaejoong Oppa dengan baik, aku yakin, kau bisa menjaganya sama seperti aku menjaganya dulu” ternyata orang yang menyebutnya tadi sedang duduk di sampingnya. Kenapa mirip sekali wajahnya? Wanita itu terlihat cantik dengan balutan dress putih, walaupun kulitnya sudah pucat.
“bb..baiklah” dalam sekejap Jessica menghilang.
“kau kenapa?” Jaejoong duduk di kursi yang sama dengan Sooyeon.
“tidak. Pakaiannya anda mau milih yang mana?”
“yang ini saja” Jaejoong memegang baju berkerah.
“baiklah. Aku pergi dulu. Annyeong”
“semoga kita bisa bertemu lagi” harapnya.

Karena sebuah cinta, dendam dan kematian terjadi. Walaupun aku tahu, ragaku tidak bisa memilikinya, tapi hatiku akan selalu memilikinya. ~Jessica~

Fin
Gpp y klo jelek!! Hohohoho XD

Advertisements

4 thoughts on “ff request: “resentment”

  1. sadis amat ya Sica unni!!! tapi kok dia mau ngebunuh adiknya sih??? dikirain Krystal unni bakalan frustasi karena bakal dibunuh unninya.

  2. Pingback: JAESICA #2 « fafajung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s